HOME

Jumat, 19 Mei 2017

Karomah Usaid Ibnu Hudhair Ra


Kisah Karomah Usaid  Ibnu Hudhair Ra
Kisah karomah para wali ataupun orang-orang sholeh bukanlah suatu hal yang tidak mungkin terjadi. Didalam Al-Quran maupun Hadist sudah tercantum kisah karomah yang diberikan Allah Swt kepada para kekasihnya, seperti kisah Ashabul Kahfi dalam surat Al-Kahfi dan juga kisah-kisah para Sahabat menajubkan yang tidak bisa ditangkap oleh nalar dan masih banyak lagi karomah-karomah yang diberikan Allah Swt.

Seperti didalam Hadist yang Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri pernah bercerita:
Pada suatu malam, Usaid bin Hudhair Ra membaca Al-Quran di tempat pengolahan kurma miliknya. Tiba-tiba kuda milik beliau melompat-melompat. Lalu beliau terus membacanya lagi, dan kudanya terus melompat-lompat lagi. Beliau membacanya lagi, dan kudanya terus melompat-lompat lagi. Dia berkata: “ Karena aku khawatir kuda tersebut akan menginjak Yahya anaknya, maka aku pun mendekatikanya. Tiba-tiba aku melihat seperti ada naungan awan di atas kepalaku. Di dalamnya ada semacam lampu, lalu ia naik ke angkasa sehingga tidak terlihat lagi olehku.”
Dia berkata lagi: “ Keesokan harinya aku pun menemui Rasulullah Saw dan aku berkata: “ Wahai Rasulullah Saw! Tengahmalam tadi ketika aku sedang membaca Al-Quan di tempat pegolahan kurma milikku tiba-tibakudaku meolmpat-lompat.” Rasulullah Saw pun berkata: “ Teruskan bacaanmu wahai Ibnu Hudhair!” Usaid berkata: “Alu pun terus membacanya lagi dan tiba-tiba kudaku melompat-lompat lagi.” Rasulullah Saw pun berkata lagi. “Teruskan Wahai Ibnu Khudair!.” Usaid berkata: “Aku pun terus membacanya lagi dan tiba-tiba kudaku melompat-lompat lagi.” Rasulullah Saw pun berkata lagi: “Teruskan wahai Ibnu Khudair!” Usaid menjawab: “Lalu aku pun menoleh, karena anakku berada berdekatan dengan kuda tersebut dan aku khawatir jika kuda tersebut menginjaknya. Tiba-tiba aku melihat sesuatu seperti awan (naungan), didalamnya ada seperti lampu. Lalu ia naik ke angkasa sehingga aku tidak melihatnya lagi.” Kemudian Rasulullah Saw berkata: “Itu adalah malaikat yang turun karena mendengar engkau membaca Al-Quran. Seandinya engkau terus membacanya, tentu ia akan terlihat oleh manusia dan ia tidak akan bersembunyi dari mereka.” (HR. Syaikhani, dan Imam Muslim meriwayakan dari hadist Al-Barra bin Azib)
Usaid Ibnu Hudhair adalah seorang yang bagus suaranya, sepert dalam riwayat Abu Ubay bin Ka’ab. Datang sebuah hadist dari riwayat Al-Ismaily, bahwasanya Nabi Saw berkata kepada Usaid: “Bacalah (Al-Quran) wahai Usaid, sungguh kamu (seperti keindahan) gitar-gitar keluarga Dawud As.” Pada malam itu Usaid sedang membaca Al-Baqarah, seperti dalam riwayat Bukhari.

Di ambil dari Buku ‘Menapak Jalan Suci Ketuhanan : Mengurai Makna Tasawwuf dan Polemik Tawasul dalam Perspektif Sunnah’ – Sayyid Abdullah bin Muhammad Shiddiq Al-Ghumar Al-Idrisi Al-Hasani

Wallahu a'lam bishowwab

Senin, 03 Oktober 2016

Abu Bakar Ash-shiddiq r.a

Abu Bakar bin Abu Quhafah adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW dan juga seorang khalifah pertama bagi umat islam. Beliau lahir kurang lebih 2 tahun setelah Tahun Gajah. Abu Bakar r.a wafat pada hari senin 21 jumadil akhir tahun 13 H atau 22 agustus 634 M dalam usia 63 tahun, 2 tahun setelah menjadi khalifah.


Nasab beliau bertemu dengan Nabi Muhammad pada garis keturunan Adnan. Beliau juga termasuk yang pertama memeluk islam selain Khadijah binti Khuwailid r.anha, Ali bin Abi Thalib r.a, Zaid bin Haritsah, dan Bilal bin Rabbah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq memiliki sifat santun, lemah lembut, tenang, mudah bergaul, dan jujur. Sifat-sifat ini yang mendorong Abu Bakar r.a sukses dalam hal berdagang, dan juga karena sifat-sifatnya itu beliau dijadikan sebagai tempat yang dapat menyeselesaikan persoalan-persoalan.

Rasulullah SAW pernah memuji Abu Bakar sebagai orang yang berhati kuat. Sabda beliau,

"Tak seorang pun yang pernah aku ajak memeluk islam yang tersendat-sendat, berhati-hati dan ragu kecuali Abu Bakar bin Abi Quhafah. Ia tidak menunggu-nunggu dan tidak ragu ketika aku sampaikan islam kepadanya"

Beliau juga adalah orang yang membenarkan perkataan Rasulullah tentang isra' mi'raj ketika banyak orang yang tidak membenarkannya, karena inilah Abu Bakar r.a mendapatkan gelar Ash-Shiddiq dari Rasulullah SAW.

Peristiwa penting yang sangat mengharukan antara Rasulullah SAW dengan Abu Bakar r.a adalah ketika mereka mencari tempat persembunyian di gua Tsur, mereka lari dari serangan kafir Quraisy yang hendak membunuh mereka. Ketika mereka telah memasuki Gua Tsur, tidak berapa lama sampai jugalah kafir Quraisy di Gua Tsur. Salah seorang dari kafir Quraisy naik ke Gua Tsur. Abu Bakar r.a yang mendengar suara telapak kaki semakin takut dan khawatir jika mereka mengetahui keberadannya. Ia pasrah kepada Allah SWT. Abu Bakar r.a merapatkan badannya kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah berbisik kepadanya,

"Jangan takut dan jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita".

Masya allah, ketika itu kafir Quraisy telah mengelilingi sekitar gua, yang mereka jumpai hanyalah sarang laba-laba dan dua ekor burung merpati yang sedang bertelur di dinding gua. Dengan adanya keberadaan laba-laba dan merpati itu membuat mereka berpikir bahwa tidak ada orang didalam gua tersebut.

Subhana allah, itulah kuasa Allah SWT yang menjaga Rasulullah dan Abu Bakar r,a dari serangan kafir Quraisy. Semua pengorbanan yang kita berikan jika hanya mengharap ridho-Nya niscaya Allah SWT akan menolongnya. Allah Yang Maha Melindungi

Wallahu a'lam bishowwab.